Having a picnic under the tree and the girl starts the conversation….
“Kamu punya cita-cita nggak ?”
-“Nggak”
“Kelmarin , waktu di kelas , bunda bilang , kalau semua orang punya cita-cita ,dan
kita harus bisa mewujudkan cita-cita itu”
-“Kamu punya cita-cita?”
“Aku punya banyak cita-cita. Aku pengen jadi pramugari,dan bekerja untuk kerajaan”
-“Nggak mungkin !”
“Kata ibu indah, nggak ada yg nggak mungkin di dunia ini . Tapi cita-cita yg paling aku mahu ,aku nikah,kayak bunda sama papa .Aku pengen suami yang baik kayak papa. Dan aku mahu dilamar kayak di tv . Nanti kita punya sepuluh anak , dan aku dipanggil bunda deh .”
-“Siapa yg jadi suaminya?”
“Aku jugak nggak tau.Tapi aku mahu suami yang baik , dan cintakan aku setiap hari . Dan kita hidup bahagia!”
-“Itu yang paling kamu mahu ?”
“Iya . kalau kamu , cita-cita nya apa ?”
-“Nggak tau !”
“Masa nggak tau?! Kalau kita nggak punya cita-cita , kita harus fikir , apa yang kamu mahu sekarang ?”
-“Aku …. mahu bikin cita kamu jadi benaran”
“Iya? Asik ! tapi cita-cita aku yang mana?”
-“Yang terakhir kamu citai.”
“Janji ya ?”
-“Janji”
And they twist fingers . It was a pinky promise .